Ini adalah artikel lanjutan dari artikel Pantang Menyerah Daftar Beasiswa MIS (Malaysia International Scholarship) sebelumnya. Terlalu lama jedanya, yaitu hampir 1 tahun. Awalnya artikel ini tak sanggup untuk dilanjutkan, karena langkah menjadi Awardee MIS 2020 ternyata harus terhenti sampai tahap wawancara. 

Mengingat banyaknya respon dari calon awardee tahun ini mengenai proses seleksi MIS, maka saya ingin berbagi pengalaman di 2020. Referensi mengenai beasiswa MIS ini masih sedikit, jadi dulu saya juga tidak punya gambaran mengenai beasiswa. Oleh karena itu walaupun belum jadi awardee MIS, saya ingin menambah referensi bagi yang sedang mengikuti beasiswa ini.

Teknis Wawancara

  • Online Interview
Tes interview MIS diadakan kalau tidak salah di bulan Juli 2020, ketika itu Malaysia sedang dalam kondisi MCO (Movement Control Order) / Lockdown. Saya juga tidak tahu apakah tes interview tahun sebelumnya diadakan secara online juga atau bukan. Jadi saya tidak bisa mencari perbandingannya.

  • Google Meet

Pada case saya, panitia baru membagikan link waiting room H-1 melalui e-mail. Link itu akan menjadi ruang tunggu per daerah, karena waktu itu saya dikumpulkan dengan peserta dari Indonesia semua, lebih kurang 6-10 orang. Panitia akan mengabsen kita terlebih dahulu, kemudian menyiapkan link khusus antara peserta dengan pewawancara. Setelah mempersilahkan 1 nama, maka panitia akan menyebutkan nama peserta lain untuk bersiap-siap. Setelah wawancara selesai, kita bisa langsung meninggalkan room khusus tadi tanpa harus kembali ke waiting room.

Isi Wawancara

  • Basic Questions

Pertanyaan pembukanya adalah pertanyaan dasar mengenai diri sendiri. Umumnya sama dengan pertanyaan seperti lamar kerja atau lamar beasiswa lainnya, saya waktu itu diminta untuk menjelaskan tentang diri saya sendiri.

  • Research Proposal
Di poin ini pewawancara menanyakan lebih detail mengenai proposal riset saya. Awalnya bukan bertanya mengenai hal yang diragukan melainkan menyuruh saya untuk menjelaskan mengenai riset proposal saya terlebih dahulu.

Saya menyarankan bagi yang akan tes wawancara agar mempersiapkan slide, karna slide merupakan tools yang bagus untuk memvisualisasikan ide kita. Walau mereka tidak melampirkan arahan untuk mempersiapkan slide di email invitation, tapi menurut saya slide memudahkan pewawancara membaca alur proposal riset kita.

Kemudian, kesamaan proposal antara yang di submit dengan yang di presentasikan. Waktu itu saya mempresentasikan proposal yang sama tapi sudah mengalami banyak pembaharuan dan lebih spesifik. Alhasil pewawancara seperti kurang berkenan, mungkin karna mereka sudah mendalami proposal yg lama dan sudah menyiapkan pewawancara yg juga ahli di bidang itu.

Terakhir, output dari proposal riset. MIS ini memiliki tujuan agar awardee atau SDM yang mereka dapatkan memberikan dampak ke Negara Malaysia, oleh karena itu usahakan proposal riset kalian memiliki sesuatu yang dapat mereka terapkan dan membawa pengaruh ke salah satu sektor di Malaysia.

Lebih kurang wawancara tentang proposal riset ini seperti seminar proposal ketika S1 dulu, mengulik tentang seberapa persentase akan tercapainya, dan apa metode yang akan ditempuh, dll. 

Sekian yang bisa saya bagi, semoga lancar di tes wawancara MIS-nya. Good Luck!