Setelah gagal dari Chevening di 2019, saya berusaha move on dan mencoba kembali mengikhtiarkan beasiswa lain. Pada akhirnya berlabuh di beasiswa pemerintahan Negara Malaysia ini, yaitu MIS (Malaysia International Scholarship). 

MIS dan Chevening sama-sama merupakan beasiswa yang berasal dari pemerintahan, MIS dari Malaysia sedangkan Chevening dari Inggris. MIS dibuka pada akhir tahun dan biasanya deadline di Bulan Maret tahun berikutnya. Pengalaman saya ini terjadi di tahun 2020.

Apa itu MIS

Beasiswa Malaysia International Scholarship (MIS) adalah inisiatif dari Pemerintah Malaysia untuk menarik mahasiswa dengan kemampuan yang baik dari seluruh dunia untuk melanjutkan studi akademik lanjutan di Malaysia dengan tujuan untuk mendukung upaya Pemerintah Malaysia untuk menarik, memotivasi dan mempertahankan sumber daya manusia berbakat dari luar negeri. Beasiswa MIS terbuka untuk mahasiswa S2 dan S3.

Sebenarnya hanya beberapa kampus di Malaysia yang bermitra dengan beasiswa Malaysia ini, jadi kalian harus melihat kembali apakah kampus yang kalian tuju bekerjasama dengan beasiswa pemerintahan ini atau tidak.

Persiapan Berkas

Seperti kebanyakan beasiswa lainnya, persyaratan administrasi untuk MIS ini tergolong banyak. Berikut list dokumen yang sekiranya harus dipersiapkan:

  1. Form pendaftaran
  2. Passport atau bukti kewarganegaraan
  3. Transkrip akademik
  4. Sertifikat tes kemampuan bahasa Inggris
  5. Surat rekomendasi dari 2 orang yang qualified
  6. Formulir endorsement, ini semacam surat pengesahan yang diajukan ke kementerian atau instansi lainnya
  7. Offering letter (optional)
  8. CV
  9. Proposal Riset

Diawal apply MIS, banyak sekali rintangan yang saya rasakan, tidak hanya dari internal, eksternal pun juga begitu. Banyak sekali berkas yang harus dilampirkan pada beasiswa satu ini. Sangat berbeda dengan beasiswa Chevening yang beberapa berkas pengajuannya dapat disusul, sedangkan MIS terdapat beberapa berkas yang mengharuskan untuk dapat approval ke kementerian/kedutaan, dan sebagainya. Oleh karena itu, usahakan untuk lebih well-prepared.

Saya mendaftar beasiswa ini ketika sedang on-going Master, dan ternyata diperbolehkan. Bagi yang sudah mengincar beasiswa ini, maksimalkanlah di bagian proposal riset, karena tim dari beasiswa ini sangat condong terhadap proposal riset yang akan kita ajukan. Apakah menarik dan dapat diaplikasikan bagi pemerintahan Malaysia? atau apakah ini menguntungkan pemerintahan Malaysia? begitulah kurang lebih.

Menunggu Pengumuman

Karena deadline di bulan Maret dan saya sedang on-going Master, hal ini membuat saya melupakan beasiswa MIS ini. Saya tidak terlalu berharap disebabkan beberapa berkas yang tidak lengkap ketika mengajukan beasiswa ini. Tapi tetap yakin bahwa Allah pasti akan bukakan setiap kemungkinan, yang penting jangan pernah putus berdoa.


Surprisingly, tgl 21 Juni 2020 dapat email dari MIS, yang berisikan pemberian kesempatan untuk melengkapi dokumen beasiswa. Bersyukur banget karena dari beberapa beasiswa yang saya ikuti, biasanya akan langsung meng-cut pendaftar yang tidak lengkap persyaratan administrasinya, sedangkan MIS memberikan tenggan waktu untuk melengkapi pemberkasan.

Alhasil, saya coba mengusahakan dokumen-dokumen yang kurang tersebut. Tiga minggu kemudian, pengumuman interview akhirnya keluar. Saya akan ceritakan di post selanjutnya. :D